Kode Pos Update

Rencana Resi Digital Pos Indonesia untuk Mengurangi Sampah Kertas

Merdeka.com, Bandung - Sebagai perusahaan BUMN yang memiliki cabang di hampir seluruh daerah di Indonesia, PT Pos Indonesia (Persero) sadar bahwa selama ini telah menjadi salah satu produsen sampah.

Seperti disampaikan Direktur Utama Pos Indonesia Gilarsi Wahyu Setijono. Oleh sebab itu, kata dia, Pos Indonesia tak tinggal diam. Salah satu langkah yang akan dilakukan yakni menerapkan sistem resi digital.


Selama ini, resi atau tanda bukti pengiriman barang yang digunakan oleh Pos Indonesia masih dalam bentuk lembaran kertas. Hal tersebut tentu menjadi pemicu banyaknya sampah. Untuk itu, Pos Indonesia berencana untuk membuat resi menjadi digital.

"Resi itu kan bisa digital, kita akan upayakan hal itu. Namun, jika memang belum memungkin maka kita akan akali misalnya dengan membuat lembaran kertasnya menjadi kecil," ujar Gilarsi saat ditemui dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di Graha PT Pos Indonesia, Minggu (26/2).

Penerapan resi digital ini merupakan salah satu upaya untuk mengurangi sampah dengan memanfaatkan teknologi sehingga setiap transaksi yang biasanya menggunakan kertas akan berubah menjadi digital. Sistem paperless digunakan.

"Secara internal kita lakukan revolusi dengan mengurangi penggunaan kertas yang nantinya akan menjadi sampah," tuturnya.

Bicara sampah, kata Gilarsi, ini merupakan hal besar yang harus ditangani secara bersama-sama. Menilik Data Bank Dunia, pertahunnya kota-kota di dunia menghasilkan sampah sebanyak 1,3 miliar ton. Jumlah tersebut tentu sangat banyak.

Mendukung program pemerintah pada tahun 2020 bebas sampah, Pos Indonesia terus menggalakkan kepedulian untuk kelestarian lingkungan. Hal tersebut mulai diterapkan kepada para karyawan yang nantinya diharapkan bisa ditularkan juga kepada keluarga dan orang-orang terdekatnya.

"Diperkirakan, pada 2025 jumlah sampah akan terus bertambah bahkan hingga 2,2 miliar ton pertahunnya. Untuk itu, pada momentum Hari Peduli Sampah Nasional, Pos Indonesia memperingatinya dengan melakukan bersih-bersih dibeberapa ruas jalan," ujarnya.

BANDUNG, (PR).- PT Pos Indonesia (Persero) berencana mengembangkan metodologi ISO 14000. Rencananya, tahun ini Pos Indonesia akan mulai menerapkan pengurangan penggunaan kertas (paperless) di lingkungan perusahaan, termasuk di loket-loket yang ada di perkotaan.

Demikiam diungkapkan Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Gilarsi W. Setijono, pada Pos Indonesia Mari Bergerak 2017 sebagai Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di Graha PT Pos Indonesia, Minggu, 26 Februari 2017. Menurut dia, kebijakan tersebut akan dilakukan secara bertahap karena masih banyak konsumen yang memerlukan resi secara tertulis.

"Kami akan mengurangi sampah, termasuk untuk keperluan transaksi. Resi-resi yang diterima konsumen bakal diganti tapi konsepnya masih dimatangkan," ujar Gilarsi.

ISO 14000 adalah standar internasional manajemen lingkungan untuk diterapkan dalam organisasi termasuk perusahaan. Upaya yang ditempuh adalah dengan meminimalkan dampak negatif kegiatan produksi terhadap lingkungan.

"Kertas untuk arsip memang diperlukan. Akan tetapi, jika sudah lebih dari 10 tahun, arsip juga bisa menjadi sampah. Kami akan mencari solusi yang terbaik. Tujuannya untuk mengurangi produksi sampah," katanya.

Gilarsi mengatakan, permasalahan sampah adalah hal besar yang harus ditangani bersama oleh semua produsen sampah. Data Bank Dunia menyebutkan, setiap tahunnya kota-kota di dunia menghasilkan sampah hingga 1,3 miliar ton. Diperkirakan, pada tahun 2025 jumlahnya akan bertambah hingga 2,2 miliar ton.

Pada kesempatan yang sama Gilarsi juga mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli pada lingkungan. Selain mengurangi produksibsampah, menurut dia, masyarakat juga bisa melakukan daur ulang yang bahkan bisa dijadikan sebagai salah satu sumber penghasilan sampingan.

"Hayu mulai dari sekarang, gerakan siapapun orang disekitar kita bagaimana menyelamatkan Indonesia dari sampah," katanya.

Sementara itu, ini adalah tahun kedua Pos Indonesia menggelar kegiatan Pos Indonesia Mari Bergerak. Aksi yang dilakukan secara nasional itu, menurut Gilarsi dilakukan sebagai bentuk keprihatinan PT Pos terhadap permasalahan sampah di Indonesia.

"Sejak saya menjadi Direktur PT POS, sejak 2015 acara ini kami canangkan sebagai kepedulian kita terhadap lingkungan," katanya.

‪Sebagai bentuk dukungannya terhadap Pemerintah Kota Bandung, kata dia, PT Pos memberikan bantuan 100 pohon produktif untuk Kota Bandung. Selain itu, PT Pos memberikan penghargaan kepada pahlawan kebersihan yang terbagabung dalam tim Bandung Resik.
Thursday, March 02, 2017